KIMIA
ORGANIK 1
Orbital
dan Peranannya Dalam Ikatan Kovalen
Tujuan
Pembelajaran
-
Menggambarkan orbital hibrida nitrogen
dan oksigen
-
Membandingkan tingkat kestabilan senyawa
dengan ikatan rangkap terkonjugasi dan terisolasi
Bahan
Kajian
Orbital dan peranannya dalam ikatan
kovalen
a. Orbitalhibridadari
Nitrogen dan Oksigen
b. Ikatan
rangkap terkonjugasi
c. Benzena
dan resonansi
A.
Orbital
Hibridadari Nitrogen dan Oksigen
Hibridisasi adalah sebuah konsep bersatunya orbital-orbital atom membentuk
orbital hibrid yang baru yang sesuai dengan penjelasan kualitatif sifat ikatan
atom. Konsep orbital-orbital yang terhibridisasi sangatlah berguna dalam
menjelaskan bentuk orbital molekul dari sebuah molekul.
·
Hibridisasi Nirogen
Nitrogen atau zat
lemas adalah unsur kimia dalam dalam sistem tabel
periodik yang memiliki lambang N dan nomor atom 7. Ini adalah paling ringan pada
temperatur kamar. Biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna, tanpa bau, tanpa
rasa, dan merupakan gas diatomik, sangat sulit bereaksi dengan unsur
atau senyawa lainnya. Nitrogen merupakan unsur umum di alam semesta, yang mempunyai unsur
ketujuh dari total kelimpahan di Bima Sakti dan Tata Surya. Unsur nitrogen
ditemukan sebagai komponen yang dapat dipisahkan dari udara, oleh fisikawan
Skotlandia Daniel Rutherford, pada tahun 1772.
·
Hibridisasi Oksigen
Oksigen atau zat
asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang
mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan
unsur golongan kalkogen dan dapat dengan
mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadioksida). Pada temperatur dan tekanan standar, dua atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak
berasa, dan tidak berbau. Oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam
semesta. Oksigen secara terpisah ditemukan oleh Carl Wilhelm Scheele di Uppsala pada tahun 1773 dan Joseph Priestley di Wiltshire pada tahun 1774.
B. Ikatan Rangkap Terkonjugasi
Konjugasi adalah peristiwa
transfer bahan genetik genetik (yaitu plasmid F+ pada bakteri dan mikronukleus pada Protozoa) dari satu individu kepada individu lainnya. Mekanisme pertukaran bahan genetik ini
terjadi pada bakteri dan beberapa protozoa. Penyatuan gamet terjadi pada
salah satu individu. Secara morfologi tidak diketahui jenis kelaminnya, karena itu individu
yang terlibat disebut sebagai individu positif (+) dan negatif (-).
Proses konjugasi
diawali dari pembentukan berkas-berkas yang bergerak saling berdekatan dari
kedua individu. Dalam ikatan rangkap terkonjugasi mempunyai Asam dan Basa
Konjugasi.
·
Asam dan Basa Konjugasi
Suatu asam setelah melepas satu proton akan membentuk spesi yang
disebut basa konjugasi dari asam tersebut. Sedangkan
basa yang telah menerima proton menjadi asam konjugasi. Perhatikan tabel berikut.
Pasangan
asam-basa setelah terjadi serah-terima proton dinamakan asam
basa konjugasi.
C. Benzena dan Resonansi
1. Benzena
Benzena (senyawa
aromatik),adalah senyawa siklis yg memiliki sistem
ikatan ganda dua terkonjugasi dengan jumlah elektronĪ= (4 n+2). Senyawa
tersebut merupakan senyawa hidrokarbon yang memiliki rantai karbon tertutup dan
mengandung dua atau lebih ikatan rangkap yang letaknya bersealang seling.Salah
satu senyawa aromatik yang dijumpai pada minyak bumi adalah senyawa fenol dan
turunannya.
Kegunaan
Senyawa Benzena dan Turunannya
Kegunaan
benzena yang terpenting adalah sebagai pelarut dan sebagai bahan baku pembuatan
senyawa-senyawa aromatik lainnya yang merupakan senyawa turunan benzena.
Masing-masing dari senyawa turunan benzena tersebut memiliki kegunaan yang
beragam bagi kehidupan manusia. Berikut ini beberapa senyawa turunan Benzena
dan kegunaannya:
·
Toluena
Toluena digunakan sebagai pelarut dan sebagai bahan dasar untuk membuat TNT
(trinitotoluena), senyawa yang digunakan sebagai bahan peledak (dinamit).
·
Stirena
Stirena digunakan sebagai bahan dasar pembuatan polimer sintetik polistirena
melalui proses polimerisasi. Polistirena banyak digunakan untuk membuat
insolator listrik, boneka, sol sepatu serta piring dan cangkir.
·
Anilina
Anilina merupakan bahan dasar untuk pembuatan zat-zat warna diazo. Anilina
dapat diubah menjadi garam diazonium dengan bantuan asam nitrit dan asam
klorida.
·
Benzaldehida
Benzaldehida digunakan sebagai zat pengawet serta bahan baku pembuatan parfum
karena memiliki bau yang khas. Benzaldehida dapat berkondensasi dengan
asetaldehida (etanal), untuk menghasilkan sinamaldehida (minyak kayu manis)
·
Fenol
Dalam kehidupan sehari-hari fenol dikenal sebagai karbol atau lisol yang
berfungsi sebagai zat disenfektan.
Asam Benzoat
dan Turunannya
Terdapat beberapa turunan dari asam benzoat yang tanpa kita sadari sering kita
gunakan, diantaranya adalah:
1. Asam asetil salisilat atau lebih dikenal dengan sebutan aspirin
atau asetosal yang biasa digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit
(analgesik) dan penurun panas (antipiretik). Oleh karena itu aspirin juga
digunakan sebagai obat sakit kepala, sakit gigi, demam dan sakit jantung.
Penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan iritasi lapisan mukosa pada
lambung sehingga menimbulkan sakit maag, gangguan ginjal, alergi, dan asma.
2. Natrium
benzoat yang biasa digunakan sebagai pengawet makanan dalam kaleng.
3. Metil
salisilat adalah komponen utama obat gosok atau minyak angin.
2. Resonasi
Resonasi
adalah sebuah benda akan terjadi jika benda tersebut memiliki frekuensi sama
dengan benda yang sedang bergetar. Gejala ikut bergetarnya suatu benda karena getaran
benda lain disebut resonansi. Dalam kehidupan sehari-hari, resonansi memegang
peranan sangat penting. Suara dawai gitar dan beruk (sejenis kera) terdengar
keras karena adanya peristiwa resonansi.

Syarat terjadinya resonansi adalah frekuensi sumber-sumber bunyi tersebut sama. Akibat resonansi
yaitu dapat memperkuat bunyi aslinya.
TUGAS
TERSTRUKTUR
1. Menurut
Louis de Broglie bahwa elektron mempunyai sifat gelombang sekaligus juga
partikel. Jelaskan keterkaitannya dengan teori mekanika kuantum dan Teori Orbital
Molekul.
Jawaban:
Hipotesis
Louis de Broglie dan azas ketidakpastian dari Heisenberg merupakan dasar dari
model Mekanika Kuantum yang dikemukakan oleh Erwin Schrodinger pada tahun 1927, yang mengajukan konsep orbital
untuk menyatakan kedudukan elektron dalam atom. Orbital yang menyatakan suatu
daerah dimana elektron paling mungkin (peluang besar) untuk ditemukan. Schrodinger
sependapat dengan Heisenberg bahwa kedudukan elektron dalam atom tidak dapat
ditentukan secara pasti, namun yang dapat ditentukan adalah keboleh jadian
menemukan elektron pada suatu titik pada jarak tertentu dari intinya.
Keterkaitan
nya dengan teori orbital molekul dimana teori ini dapat digunakan untuk menjelaskan
sifat magnet dan sifat molekul dan pada teori orbital molekul merupakan
pendekatan dari teori mekanika kuantum.
2. Bila
absorpsi sinar UV oleh ikatan rangkap menghasilkan promosi elektron ke orbital
yang berenergi tinggi. Transisi elektron manakah memerlukan energi terkecil
bila sikloheksena berpindah ke tingkat tereksitasi.
Jawab:
Energi
yang dimiliki oleh sinar UV yang mampu menyebabkan perpindahan elektron
(promosi elektron) atau yang disebut transisi elektrolit, yang dimaksud dengan
transisi elektrolit adalah perpindahan elektron dari satu orbital ke orbital
yang lain. Disebut transisi elektrolit karena elektron yang menempati satu
orbital dengan energi yang terendah dapat berpindah ke orbital yang lain yang
memiliki energi yang tinggi.
Transisi
elektrolit atau perpindahan elektron yang dapat terjadi dari orbital ikatan ke
orbital anti ikatanyang tidak menyebabkan terjadinya disosiasi atau pemutusan ikatan,
karena transisi elektronik terjadi dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari
pada vibrasi inti. Transisi elektrolit juga dapat menimpulkan spektra serapan
pada sinar UV dengan adanya panjang gelombang terpanjang yang melibatkan
pengikatan elektron dari orbital molekul tertinggi ke orbital molekul yang
terendah.
Tugas
Hibridisasi Nitrogen dan Oksigen
Hibridisasi adalah sebuah konsep bersatunya orbital-orbital atom
membentuk orbital hibrid yang baru yang sesuai dengan penjelasan kualitatif
sifat ikatan atom. Konsep orbital-orbital yang terhibridisasi sangatlah berguna
dalam menjelaskan bentuk orbital molekul dari sebuah molekul.
1.
Nitrogen
Nitrogen atau zat lemas adalah unsur kimia dalam dalam sistem tabel periodik yang memiliki lambang N dan nomor
atom 7. Ini adalah paling ringan pada
temperatur kamar. Biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna, tanpa bau, tanpa
rasa, dan merupakan gas diatomik, sangat sulit bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya. Nitrogen
merupakan unsur umum di alam semesta, yang mempunyai unsur ketujuh dari total kelimpahan di Bima Sakti dan
Tata Surya. Unsur nitrogen ditemukan sebagai komponen yang dapat dipisahkan
dari udara, oleh fisikawan Skotlandia Daniel Rutherford, pada tahun 1772.
Hibridisasi
Hibridisasi sp3
Hibridisasi sp2
Hibridisasi sp
2.
Oksigen
Oksigen atau zat
asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang
mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur
golongan kalkogen dan dapat dengan
mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadioksida). Pada temperatur dan
tekanan standar, dua atom unsur ini berikatan menjadi
dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik dengan
rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak
berbau. Oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam
semesta. Oksigen secara terpisah ditemukan oleh Carl Wilhelm Scheele di Uppsala pada tahun 1773
dan Joseph Priestley di Wiltshire pada tahun 1774.
Hibridisasi oksigen
Hibridisasi sp3
Hibridisasi sp2
Hibridisasi sp