KIMIA
ORGANIK 1
Atom
dan Molekul Suatu Tinjauan Ulang
Pada saat ini kimia organik didefinisika sebagai
kimia senyawa karbon. Definisi ini pun tak terlalu tepat karena beberapa
senyawa karbon, seperti karbon dioksida, natrium karbonat, dan kalium sianida,
dianggap sebagai anorganik. Namun demikian, definisi ini diterima, karena semua
organik mengandung karbon.
A.
Struktur
Elektron dari Atom
Unsur-unsur yang paling penting
bagi ahli kimia organik adalah karbon hidrogen oksigen dan nitrogen. Keempat
unsur ini ada di kedua periode pertama dari susunan berkala dan elektronnya
terdapat dalam dua kulit elektron yang terdekat ke inti. Elektron yang dekat ke
inti lebih tertarik oleh proton dalam inti daripada elektron yang lebih jauh
kedudukannya.
B.
Jari-jari
atom dan keelektronegatifan
-
Jari-jari atom
Jari-jari atom berubah-ubah
bergantung pada besarnya tarikan antara inti dan elektronnya. Makin besar
tarikan, makin kecil atom jari-jari atomnya. Faktor apa yang mempengaruhi
tarikan ini? Faktor-faktor yang paling penting adalah jumlah proton dalam inti dan jumlah kulit yang mengandung elektron.
-
Keelektronegatifan
Keelektronegatifan adalah ukuran
kemampuan atom untuk menarik elektron luarnya, atau elektron valensi. Karena elektron luar dari atom yang digunakan
untuk ikatan, maka keelektronegatifan berguna dalam meramalkan dan menerangkan
kereaktifan kimia.
C.
Panjang
ikatan dan sudut ikatan
Jarak yang memisahkan inti dari dua
atom yang terikat kovalen disebut panjang ikatan kovalen. Panjang ikatan
kovalen, yang dapat ditentukan secara eksperimental, mempunyai selang harga
dari 0,74 Å sampai 2 Å.
Sudut
ikatan 104,5˚ (Fessenden & Fessenden.2005 :1-37)
D.
Energi
Disosiasi Ikatan
Bila atom saling terikat membentuk
molekul, energi dilepaskan (biasanya sebagai kalor atau cahaya). Jadi, untuk
molekul agar terdiosiasi menjadi atom-atomnya, harus diberikan energi.
Ada dua cara agar ikatan dapat terdisosiasi. Satu cara
adalah karena pemaksapisahan heterolik, dalam mana kedua elektron ikatan
dipertahankan pada satu atom. Hasil pembelahan heterolit adalah sepasang ion.
E. Konsep
asam dan basa\
Asam Bronsted Lowry adalah zat yang
dapat memberikan ion hidrogen yang bermuatan positif , atau proton (H+).
Dua contoh dari asam Bronsted-Lowry adalah HCl dan HNO3.
Basa konjugat dari asam kuat adalah
basa lemah sedangkan basa konjugat dari asam yang sangat lemah adalah basa
kuat. Dalam persamaan berikut, dalam berkurangnya kuat asam HA bertambah kuat
basa A-.
Asam konjugat dari A basa
konjugat dari HA
Suatu
asam Lewis ialah zat yang dapat menerima sepasang elektron, sedangkan basa
Lewis ialah zat yang dapat menyumbangkan sepasang elektron.
(Fessenden
& Fessenden.2005:1-37)
pada penjelasan energi disisosiasi ikatan. anda mengatakan ada dua cara agar ikatan terdisisosiasi . tetapi yang dijelas kan hanya 1 saja. sedangkan yang satunya lagi tidak. coba anda jelaskan cara yang kedua tersebut !
BalasHapuscara yang kedua adalah suatu ikatan terdisosiasi adalah pemaksapisahan homolitik, dalam hal ini setiap atom yang turut dalam ikatan kovalen menerima satu elektron dari pasangan yang saling dibagi, yang dihasilkan adalam atom yang secara listrik netral atau gugus atom
BalasHapussaya ingin menambahkan sedikit dari materi yang sudah anda posting, ada sebagian gambar yang tidak bisa dilihat atau di unduh, sebaiknya pertinjau lagi gambar yang sudah anda posting tersebut, sehingga para pembaca bisa mudah untuk mengerti.
BalasHapusterima kasih.
Terimakasih atas sarannya saudari ismi hasanah ☺
BalasHapusTerimakasih atas sarannya saudari ismi hasanah ☺
BalasHapusHai Silmi Aulia Wardah. Terimakaish atas postingannya. saya Rostalinda Rumapea ingin menambahkan materi yang anda posting, tentang Struktur Elektron dari Atom.
BalasHapusUnsur-unsur yang paling penting daam ahli kimia organic adalah karbon, hydrogen, okseigen dan nitrogen. Setiap kali electron berhubungan dengan sejumlah eneergi tertentu. Eleketron yang diangkat ke inti lebih tertarik pada proton dalam inti dari pada electron yang lebih jauh kedudukannya. Karena itu, semakin dekat leketron terdapat ke inti semakin rendah energinya , dan lektron ini sukar berpindah dalam reaksi kimia. Kulit electron yang terdekat ke inti adalah kulit yang terendah energinya, dan lektron dalam kulit ini dikatakan berada pada tingkat pertama. Electron dalam kulit kedua, yaitu pada tingkat energy kedua, mempunyai energy yang lebih tinggi dari pada electron dalam tigkat pertama, electron pada tingkat ketiga yaitu pada energy energy ketiga, mempunyai energy yang lebih tinggi.
Semakin dekat elektron terdapat ke inti, semakin rendah energinya dan sulit untuk berpindah. Orbital atom adalah bagian dari ruang dimana kebolehjadian ditemukannya sebuah elektron dengan kadar energi yang khas adalah tinggi (90-95%). Rapat elektron adalah istilah lain yang digunkan untuk menggambarkan kebolehjadian ditemukannya elektron pada titik tertentu. Rapak elektron lebih tinggi berarti kebolehjadiannya lebih tinggi dan sebaliknya. Konfigurasi elektron adalah suatu pemerian mengenai struktur elektron dari unsur.Terimakasih:)
terimakasih saudari linda atas tambahan materinya :)
Hapusterimakasih saudari linda atas tambahan materinya :)
Hapusassalamu'alaikum wr.wb saya frandi mardiansyah, saya ingin bertanya mengenai postingan blog anda di atas, menurut anda bagaimana cara menentukan energi Dissosiasi ikatan suatu senyawa?
BalasHapusWaalaikumsalam saya mencoba untuk menjawab, Reaksi kimia pada dasarnya terdiri dari dua proses , yang pertama adalah pemutusan ikatan antar – atom dari senyawa yang bereaksi, dan selanjutnya proses penggabungan ikatan kembali dari atom – atom yang terlibat reaksi sehingga membentuk susunan baru. Proses pemutusan ikatan merupakan proses yang memerlukan kalor (endoterm) , sedangkan proses penggabungan ikatan adalah proses yang melepaskan kalor (eksoterm).
HapusContoh
Pada reaksi : H2(g) + Cl2(g) → 2HCl(g)
Tahap pertama : H2(g) → 2H(g) …….. diperlukan energi
Cl2(g) → 2Cl(g) …… diperlukan energi
Tahap kedua : 2H(g) + 2Cl(g) → 2HCl(g) …… dibebaskann energi
Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut.
energi ikatan
Kalor yang diperlukan untuk memutuskan ikatan oleh satu mol molekul gas menjadi atom – atom atau gugus dalam keadaan gas disebut dengan energi ikatan.
1. Energi Disosiasi Ikatan (D)
Energi disosiasi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan salah satu ikatan 1 mol suatu molekul gas menjadi gugus – gugus molekul gas.
Contoh
CH4(g) → CH3(g) + H(g) ∆H = +425 kJ/mol
CH3(g) → CH2(g) + H(g) ∆H = +480 kJ/mol
Reaksi tersebut menunjukan bahwa untuk memutuskan sebuah ikatan C – H dari molekul CH4 menjadi gugus CH3 dan atom gas H diperlukan energi sebesar 425 kJ/mol, tetapi pada pemutusan C – H pada gugus CH3 menjadi gugus CH2 dan sebuah atom gas H diperlukan energi yang lebih besar, yaitu 480 kJ/mol. Jadi meskipun jenis ikatannya sama tetapi dari gugus yang berbeda diperlukan energi yang berbeda pula.
2. Energi Ikatan Rata – Rata
Energi ikatan rata – rata adalah energi rata – rata yang diperlukan untuk memutuskan sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atom – atom gas.
Contoh
CH4(g) → CH3(g) + H(g) ∆H = +425 kJ/mol
CH3(g) → CH2(g) + H(g) ∆H = +480 kJ/mol
CH2(g) → CH (g) + H(g) ∆H = +425 kJ/mol
CH (g) → C(g) + H(g) ∆H = +335 kJ/mol
Jika keempat reaksi tersebut dijumlahkan, akan diperlukan energi 1.665 kJ/mol, sehingga jika diambil rata – ratanya maka untuk setiap ikatan didapatkan nilai +416,25 kJ/mol. Jadi, energi ikatan rata – rata dari ikatan C – H adalah 416,25 kJ/mol.