KIMIA
ORGANIK 1
Tujuan
Pembelajaran
-
Menguasai sifat gelombang dari elektron
atom modern
-
Menggambarkan orbital ikatan dan anti
ikatan dari suatu molekul organik sederhana
Bahan
kajian
Orbital dan peranannya dalam ikatan
kovalen
a. Sifat
gelombang
b. Orbital
ikatan dan anti ikatan
c. Orbital
hibrida karbon
A.
Sifat
Gelombang
Radiasi
cahaya dapat dianggap sebagai arus foton atau sebagai gerak gelombang,
berdasarkan menurut teori de Broglie pada tahun 1923 mengemukakan pendapat
bahwa dualisme yang sama terdapat pula dalam hal elektron. Menurut teori
relativitas dari Einstain energi suatu partikel dinyatakan sebagai: E=mc2.
De Broglie kemudian mengemukakan sifat gelombang partikel dari radiasi dapat
diterapkan terhadap elektron, karena elektron hampir sekecil foton untuk
elektron berlaku. Sifat gelombang dari De Brouglie dibenarkan oleh Davidson dan
Germer pada tahun 1928, yang mengemukakan pendapat adalah dimana pola difraksi
dan elektron dengan menjatuhkan sinar suatu bidang kristal nikel. Dengan adanya
gerak gelombang dari elektron maka diperlukan suatu teori kuantum yang baru,
yang selain dapat menerangkan gerak elektron dalam atom yang menghitung energi
mungkin, ini juga dapat memperhitungkan efek difraksi.
B.
Orbital
Ikatan dan Anti Ikatan
Fasa
relatif kedua orbital dalam atom sangat penting dalam menentukan apakah orbital
molekul yang terjadi merupakan orbital pengikat atau anti pengikatan. Orbital
pengikatan terbentuk dari tumpang tindih fungsi-fungsi gelombang dengan fasa
yang sama. orbital anti pengikatan terbentuk dari tumpang tindih fungsi-fungsi
gelombang dengan fasa yang berlawanan. Pengisian elektron dalam orbital
molekuler kompleks dimulai dari orbital dengan energi terendah yaitu orbital
ikat, kemudian nonikat dan antiikat. Orbital ikat seluruhnya terisi
elektron-elektron ligan, sesuai dengan peran atom donor ligan, dan ini
menunjukkan pada jumlah ikatan metal-ligan atau bilangan koordinasi.
Orbital atom mempunyai bentuk tertentu :
·
Orbital s
Orbital yang
paling sederhana adalah orbital s.
Setiap subkulit s terdiri atas 1 buah orbital yang berisi 2 elektron. Orbital s
berbentuk bola simetri yang menunjukkan bahwa elektron memiliki kerapatan yang
sama, jika jarak dari inti atom yang sama, semakin jauh letak elektron dari
inti atom kerapatannya semakin rendah, nilai bilangan kuantum suatu orbital
mempengaruhi ukuran orbital.
·
• Orbital p
Bentuk orbital p seperti balon terpilin. Kepadatan elektron tidak tersebar
merata, melainkan terkonsentrasi dalam dua daerah yang berbagi sama besar dan
terletak pada dua sisi berhadapan dari inti yang terletak di tengah.
·
Orbital d dan f
Orbital f mempunyai bentuk orbital yang lebih rumit dan lebih kompleks daripada
orbital d. Setiap subkulit f mempunyai 7 orbital dengan energi yang setara.
Orbital ini hanya digunakan untuk unsur-unsur transisi yang letaknya lebih
dalam.
C.
Orbital
Hibrida Karbon
Empat orbital sp3.
Tiga orbital sp2.
·
Sejarah Perkembangan
Hibridisasi
Teori hibridisasi
dipromosikan oleh kimiawan Linus Pauling dalam menjelaskan struktur molekul seperti metana (CH4).
Secara historis, konsep ini dikembangkan untuk sistem-sistem kimia yang
sederhana, namun pendekatan ini selanjutnya diaplikasikan lebih luas, dan
sekarang ini dianggap sebagai sebuah heuristik yang efektif untuk merasionalkan
struktur senyawa organik.
Teori hibridisasi tidaklah
sepraktis teori orbital molekul dalam hal perhitungan kuantitatif.
Masalah-masalah pada hibridisasi terlihat jelas pada ikatan yang melibatkan
orbital d, seperti yang terdapat pada kimia koordinasi .
·
Hibrid sp3
·
Hibridisasi menjelaskan atom-atom yang berikatan dari sudut pandang sebuah
atom. Untuk sebuah karbon yang berkoordinasi secara tetrahedal (seperti metana,
CH4), maka karbon haruslah memiliki orbital-orbital yang memiliki
simetri yang tepat dengan 4 atom hidrogen. Konfigurasi keadaan dasar karbon
adalah 1s2 2s2 2px1 2py1 atau
lebih mudah dilihat:
·
Proton yang membentuk inti atom hidrogen akan menarik salah satu elektron
valensi karbon. Hal ini menyebabkan eksitasi, memindahkan elektron 2s ke
orbital 2p. Hal ini meningkatkan pengaruh inti atom terhadap elektron-elektron
valensi dengan meningkatkan potensial inti efektif.
Pada CH4, empat orbital hibrid sp3 bertumpang
tindih dengan orbital 1s hidrogen menghasilkan empat ikatan sigma. Empat ikatan ini memiliki panjang dan kuat
ikat yang sama, sehingga sesuai dengan pengamatan.
Sebuah pandangan alternatifnya adalah dengan memandang
karbon sebagai anion C4−. Dalam kasus ini, semua orbital karbon
terisi:
·
2. Hibrid sp2
Senyawa karbon ataupun molekul lainnya dapat
dijelaskan seperti yang dijelaskan pada metana. Misalnya etilena (C2H4)
yang memiliki ikatan rangkap dua di antara karbon-karbonnya. Struktur Kekule
metilena akan tampak seperti:
Ethene Lewis Structure. Each C bonded to two hydrogens and one double bond
between them.
·
Karbon akan melakukan hibridisasi sp2 karena
orbtial-orbital hibrid hanya akan membentuk ikatan sigma dan satu ikatan pi seperti yang
disyaratkan untuk ikatan rangkap dua di antara
karbon-karbon. Ikatan hidrogen-karbon memiliki panjang dan kuat ikat yang sama.
Hal ini sesuai dengan data percobaan.
Jumlah huruf p tidaklah seperlunya
terbatas pada bilangan bulat, yakni hibridisasi seperti sp2.5 juga
dapat terjadi. Dalam kasus ini, geometri orbital terdistorsi dari yang
seharusnya. Sebagai contoh, seperti yang dinyatakan dalam kaidah Bent, sebuah ikatan
cenderung untuk memiliki huruf-p yang lebih banyak ketika ditujukan
ke substituen yang lebih elektronegatif.
3.
Hibrid sp
Ikatan kimia dalam senyawa seperti alkuna dengan ikatan
rangkap tiga dijelaskan dengan hibridisasi sp.
Dalam model ini, orbital 2s hanya
bergabung dengan satu orbital-p, menghasilkan dua orbital sp dan
menyisakan dua orbital p. Ikatan kimia dalam asetilena (etuna) terdiri
dari tumpang tindih sp-sp antara dua atom karbon
membentuk ikatan sigma, dan dua ikatan pi tambahan yang
dibentuk oleh tumpang tindih p-p. Setiap karbon juga
berikatan dengan hidrogen dengan tumpang tindih s-sp bersudut
180°.
·
Hibridisasi bentuk orbital
Hibridisasi membantuk kita dalam menjelaskan bentuk
molekul:
|
Jenis molekul
|
Utama kelompok
|
|
|
AX2
|
·
Linear (180°)
·
hibridisasi sp
·
E.g., CO2
|
·
Tekuk (90°)
·
hibridisasi sd
·
E.g., VO2+
|
|
AX3
|
·
Datar trigonal (120°)
·
hibridisasi sp2
·
E.g., BCl3
|
·
Piramida trigonal (90°)
·
hibridisasi sd2
·
E.g., CrO3
|
|
AX4
|
·
Tetrahedral (109.5°)
·
hibridisasi sp3
·
E.g., CCl4
|
·
Tetrahedral (109.5°)
·
hibridisasi sd3
·
E.g., MnO4−
|
|
AX5
|
-
|
·
hibridisasi sd4
·
E.g., Ta(CH3)5
|
|
AX6
|
-
|
·
hibridisasi sd5
·
E.g., W(CH3)6
|
|
Molekul Hipervalen (Resonansi)
|
||
|
Jenis molekul
|
Utama kelompok
|
Logam transisi
|
|
AX2
|
-
|
Linear (180°)
|
|
AX3
|
-
|
Datar trigonal (120°)
|
|
AX4
|
-
|
Tetrahedral (109.5°)
|
|
Datar persegi (90°)
|
||
|
AX5
|
Bipiramida trigonal
(90°, 120°)
|
|
|
AX6
|
Oktahedral (90°)
|
Oktahedral (90°)
|
|
AX7
|
Bipiramida pentagonal
(90°, 72°)
|
|
·
Teori hibridisasi dan teori orbital molekul
Teori hibridisasi
adalah bagian yang tak terpisahkan dari kimia organik dan secara umum
didiskusikan bersama dengan teori orbital molekul dalam buku pelajaran kimia organik tingkat
lanjut. Walaupun teori ini masih digunakan secara luas dalam kimia
organik, teori hibridisasi secara luas telah ditinggalkan pada kebanyakan
cabang kimia lainnya. Masalah dengan teori hibridisasi ini adalah kegagalan
teori ini dalam memprediksikan spektra fotoelektron dari kebanyakan molekul,
meliputi senyawa yang paling dasar seperti air dan metana. Dari sudut pandang
pedagogi, pendekatan hibridisasi ini cenderung terlalu menekankan lokalisasi
elektron-elektron ikatan dan tidak secara efektif mencakup simetris molekul
seperti yang ada pada teori orbital molekul.













Assalamualaikum, bisa anda jelaskan apakah ada aturan khusus mengenai hibridisasi untuk pembentukan ikatan,Terima kasih
BalasHapuswaalaikumsalam, ada aturannya dalam pembentukan ikatan yaitu. 1.Orbital yang bergabung harus mempunyai tingkat energi sama atau hampir sama 2. Orbital hybrid yang terbentuk sama banyaknya dengan orbital yang bergabung. 3. Dalam hibridisasi yang bergabung adalah orbital bukan elektron
BalasHapusassalamu'alaikum wr.wb saya frandi mardiansyah, saya ingin menambahkan materi yang tentan sifat gelombang. Mekanika kuantum adalah subjek matematik. Untuk dapat mengerti mengenai ikatan kovalen, maka hanya diperlukan hasil dari studi mekanika kuantum, daripada persamaan matematiknya sendiri. Dengan pemikiran ini, marilah meninjau beberapa konsep dasar mengenai gerak gelombang seperti yang dipertahankan dalam teori ikatan kovalen akhir-akhir ini.
BalasHapusMula-mula akan dimulai dengan beberapa gelombang diam yang sederhana, yaitu jenis gelombang yang dihasilkan bila orang memetik senar, seperti senar gitar, yang kedua ujungnya mati. Jenis gelombang ini merupakan gerak hanya dalam satu dimensi. Sebaliknya, gelombang diam yang disebabkan oleh permukulan kepala kepala drum adalah berdimensi dua, dan sistem gelombang elektron adalah berdimensi tiga. Tinggi gelombang diam adalah amplitudonya, yang dapat mengarah ke atas (nilai positif ) atau mengarah ke bawah (nilai negatif ) terhadap kedudukan istirahat senar. Kedudukan pada gelombang yang amplitudonya nol disebut simpul, dan sesuai dengan kedudukan pada senar gitar yang tak bergerak bila senar bergetar.
Dua gelombang diam dapat sefase atau keluar fase yang satu terhadap yang lain. Keadaan antara dalam mana gelombang hanya sebagian sefase juga mungkin. Istilah ini dapat digambarkan oleh dua sistem dua gelombang pada dua senar identik yang bergetar. Bila amplitudo positif dan negatif dari dua gelombang saling sesuai, kedua gelombang tersebut sefase. Bila tanda matematik dari amplitudo saling berlawanan, gelombang keluar fase.
Meskipun sistem gelombang elektron tiga dimensi lebih rumit daripada sistem senar satu dimensi, namun prinsipnya sama. Masing-masing orbital atom dari atom berkekuatan seperti fungsi gelombang dan dapat mempunyai mempunyai amplitudo positif atau negatif. Bila orbital mempunyai amplitudo positif dan negatif, maka orbital mempunyai simpul.
Spektra garis dihasilkan bila elektron yang telah menerima energi ekstra turun ke tingkat energi normalnya dalam atom. Setiap unsur mempunyai spektrum garis yang khas. Secara terpisah model atom Bohr berhasil menerangkan spektrum atom hidrogen, menggambarkan elektron bergerak dalam orbit-orbit tertentu dengan energi terkuantisasi dan meradiasikan energi hanya bila beralih orbit yang berenergi lebih tinggi ke orbit dengan energi lebih rendah.
Waalaikumsalam yerimakasih atas tambahannya saudara frandi
HapusWaalaikumsalam yerimakasih atas tambahannya saudara frandi
Hapusassalamualaikum,
BalasHapusdisini saya akan menambahkan penjelasan materi pada Orbital ikatan dan anti ikatan
Bila sepasang gelombang saling tumpang tindih , maka mereka dapat saling memperkuat atau saling berinterferensi. Penambahan dari dua orbital atom 1s dari dua atom H yang sefase menghasilkan orbital molekul ikatan o dengan rapat elektron yang tinggi antara inti yang berikatan. Contohnya dalam molekul hidrogen (H2). Orbital 1s dari satu atom hidrogen mendekati orbital 1s dari atom hidrogen kedua, kemudian keduanya melakukan overlap orbital. Ikatan kovalen terbentuk ketika dua orbital s mengalami overlap, disebut dengan ikatan sigma (σ). Ikatan sigma berbentuk silindris simetris , elektron dalam ikatan ini terdistribusi secara simetris/ berada di tengah antara dua atom yang berikatan.
Bila dua gelombang berlawanan fase mereka slaing mengganggu. Interferensi dari dua orbital atom yang keluar fase dari dua atom hydrogen meberikan orbital molekul dengan simpul antar inti. Dalam orbital molekul ini kebolehjadian menemukan elektron antara inti sangat rendah. Karena itu orbital molekul khas ini menimbulkan system dimana kedua inti tak dilindungi oleh sepasang elektron dan intinya saling tolak menolak. Karena tolakan inti , system ini energinya lebih tinggi daripada system dua tom H yang mandiri. Orbital berenergi lebih tinggi ini adalah orbital “sigma bintang “ atau o*(*artinya “anti-ikatan”)
Assalamualaikum,wr.wb saya sedikit menambahkan materi anda.
BalasHapusA.Orbital hibrida dari Nitrogen dan Oksigen
Dalam kimia, hibridisasi adalah sebuah konsep bersatunya orbital-orbital atom membentuk orbital hibrid yang baru yang sesuai dengan penjelasan kualitatif sifat ikatan atom. Konsep orbital-orbital yang terhibridisasi sangatlah berguna dalam menjelaskan bentuk orbital molekul dari sebuah molekul. Konsep ini adalah bagian tak terpisahkan dari teori ikatan valensi. Walaupun kadang-kadang diajarkan bersamaan dengan teori VSEPR, teori ikatan valensi dan hibridisasi sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan teori VSEPR.
a.Nitrogen memiliki lima elektron valensi di lapisan kedua. Setelah hibridisasi, akan memiliki tiga setengah penuh orbital sp3 dan dapat membentuk tiga ikatan.Ikatan kovalen tidak hanya terbentuk dalam senyawa karbon, tetapi juga dapat dibentuk oleh atom-atrom lain. Semua ikatan kovalen yang dibentuk oleh unsur-unsur dalam tabel periodik dapat dijelaskan dengan orbital hibrida. Secara prinsip, pembentukan hibrida sama dengan pada atom karbon. Sudut ikatan yang terbentuk adalah 107.3 derajat, mendekati sudut tetrahedral (109.5 derajat). Nitrogen memiliki lima elektron pada kulit terluarnya.
b.Oksigen
Pada Oksigen, elektron pada atom ground-state oksigen memiliki konfigurasi elektron 1s2,2s2,2px,2py, dan 2pz dan oksigen merupakan atom divalen.Karna kita dapa melihat konfigurasi elektronnya, maka dapat diprediksi bahwa oksigen mampu membentuk dua ikatan sigma karena pada kulit terluarnya terdapat dua elektron tak berpasangan (2py dan 2pz). Oksigen juga dapat terhibridisasi sp2, yaitu dengan mempromosikan satu elektronnya ke orbital p.Dalam kondisi ini, oksigen hanya memiliki satu ikatan sigma, tetapi juga memilki satu ikatan phi.
selamat pagi sili aulia wardah. saya ingin menambahkan pada sifat gelombang, Dua gelombang diam dapat sefase atau keluar fase yang satu terhadap yang lain. bila dua gelombang yang sefase pada senar yang saling tumpang tindih, mereka saling memperkuat. Perkuatan dinyatakan oleh penambahan fungsi matematik yang sama tandanya yang menggambarkan gelombang. Sebaliknya sepasang gelombang yang tumpang tindih yang keluar fase, saling menggamggu atau berinterferensi. terima kasih
BalasHapus